METHOD

Dasar estimasi

Volume beton = panjang × lebar × tinggi × jumlah; volume pembelian = volume bersih × (1 + waste).

Contoh angka di halaman ini mengikuti asumsi yang disebutkan. Masukkan ukuran aktual ke kalkulator untuk quantity take-off yang lebih sesuai.

LONG-TAIL ANSWERS

Pertanyaan yang sering dicari

Sloof 15×20 cm panjang 10 m butuh berapa m³ beton?

Volume bersih 0,30 m³. Dengan waste 5%, quantity awal sekitar 0,315 m³.

Sloof 20×20 cm panjang 20 m berapa kubik?

Volume bersih 0,80 m³. Dengan waste 5%, sekitar 0,84 m³.

Kolom 20×20 cm tinggi 3 m sebanyak 4 buah berapa m³?

Volume bersih 0,48 m³. Dengan waste 5%, sekitar 0,504 m³.

Balok 20×30 cm panjang 5 m berapa m³?

Volume bersih 0,30 m³. Dengan waste 5%, sekitar 0,315 m³.

Plat 4×5 meter tebal 12 cm berapa m³?

Volume bersih 2,40 m³. Dengan waste 5%, sekitar 2,52 m³.

1 m³ beton campuran 1:2:3 butuh berapa semen?

Dengan default tool: sekitar 388 kg semen atau 10 zak @40 kg. Ini hanya estimasi volumetrik.

Kenapa beton struktural tidak cukup dihitung dari rasio 1:2:3?

Karena desain struktural membutuhkan mutu, karakteristik material, air-semen, workability, trial mix dan persyaratan engineer.

Apakah waste beton bisa diubah?

Bisa. Default tool 5%, tetapi sesuaikan metode pengecoran, bentuk elemen, akses dan kontrol pekerjaan.

Catatan civil: Hasil adalah estimasi awal. Ukuran material, bukaan, waste, jenis mortar, ketebalan, mutu, pola pemasangan dan spesifikasi proyek dapat mengubah kebutuhan aktual.

Hitung dengan ukuran proyek Anda.

Masukkan data aktual ke calculator agar hasil mengikuti dimensi dan parameter pekerjaan.

Buka Kalkulator Beton ↗
RELATED CIVIL TOPICS

Cross-check topik berikutnya