Mulai dari load list
Buat daftar beban yang benar-benar berpotensi hidup bersamaan. Catat daya aktif, VA bila tersedia, tegangan, jumlah unit, dan apakah beban mempunyai motor atau kompresor. Pisahkan beban kritis dari beban yang dapat dilepas ketika suplai generator digunakan.
Perhatikan Watt, VA, dan power factor
Generator sering dinilai dalam kVA, sedangkan banyak peralatan dicatat dalam kW atau Watt. Konversi membutuhkan power factor. Secara sederhana, kVA ≈ kW / PF. Namun rating generator, PF yang diizinkan, kondisi suhu, dan altitude tetap mengikuti data produsennya.
Beban motor dan starting current
Motor dapat menarik arus start beberapa kali arus nominal tergantung tipe motor, metode starting, beban mekanis, dan kontrol yang digunakan. Karena itu generator yang cukup untuk arus normal belum tentu mampu menahan penurunan tegangan ketika motor besar start.
Gunakan diversity dan urutan starting
Tidak semua beban harus menyala pada detik yang sama. Pengaturan sequence, delay, atau load shedding dapat mengurangi kebutuhan kapasitas puncak. Untuk sistem penting, buat skenario worst-case yang realistis dan uji respons generator terhadap step load.
Sisakan margin dan verifikasi produsen
Setelah mendapatkan estimasi, sisakan margin untuk ekspansi, variasi beban, dan operasi yang sehat. Kapasitas final tidak sebaiknya ditentukan hanya dari satu faktor margin generik; cocokkan dengan kurva generator, AVR, kemampuan alternator, serta rekomendasi produsen.
Gunakan kalkulator terkait
Gunakan tool sebagai cross-check cepat, kemudian simpan asumsi input agar hasil mudah diverifikasi saat pekerjaan lapangan.
Buka Kalkulator Arus 3 Phase ↗