Rumus arus 3 phase
Tool menggunakan I = P / (√3 × V × PF × η). P adalah daya aktif dalam Watt, V adalah tegangan line-to-line, PF power factor, dan η efisiensi. Untuk peralatan yang datanya sudah menyatakan input power, penggunaan efisiensi harus disesuaikan agar tidak menghitungnya dua kali.
Contoh motor
Jika daya 7.500 W, tegangan 380 V, PF 0,85, dan efisiensi 0,90, maka arus estimasi = 7.500 / (1,732 × 380 × 0,85 × 0,90) ≈ 14,9 A.
Bandingkan dengan nameplate
Untuk motor dan equipment nyata, arus nameplate tetap menjadi referensi penting karena produsen sudah mempertimbangkan karakteristik desain. Kalkulasi berguna sebagai cross-check atau saat melakukan estimasi awal sebelum data lengkap tersedia.
Beban tidak seimbang
Rumus ini mengasumsikan sistem relatif seimbang. Jika arus antar phase berbeda signifikan, ukur masing-masing phase dan investigasi pembagian beban. Unbalance dapat memengaruhi performa equipment dan pemanasan penghantar.
Jangan lupa starting current
Motor dapat menarik arus start beberapa kali arus normal tergantung jenis dan metode starting. Karena itu sizing kabel, kontaktor, overload, MCB/MCCB, dan sumber tidak boleh hanya didasarkan pada arus operasi hasil rumus sederhana.
Hitung langsung dengan tool
Gunakan kalkulator terkait untuk mempercepat pengecekan angka, lalu dokumentasikan asumsi input yang digunakan agar hasil mudah diverifikasi.
Buka Kalkulator Arus 3 Phase ↗