Mulai dari arus beban

Untuk pendekatan awal 1 phase, arus beban dapat dihitung dari daya dibagi tegangan. Tool MCB Teknisi Tools Indonesia kemudian menambahkan margin yang Anda tentukan dan memilih rating standar berikutnya dari daftar 2, 4, 6, 10, 16, 20, 25, 32, 40, 50, dan 63 A.

Contoh sederhana

Beban 2.200 W pada 220 V menghasilkan arus sekitar 10 A. Jika digunakan margin 20%, kebutuhan awal menjadi sekitar 12 A, sehingga tool akan menunjukkan rating standar berikutnya yaitu 16 A. Angka ini adalah rekomendasi awal, bukan keputusan final desain.

MCB harus melindungi kabel

Prinsip pentingnya: MCB tidak boleh dipilih lebih besar daripada kemampuan hantar arus kabel pada kondisi pemasangan aktual. Kabel yang berada di conduit tertutup, area panas, bundling, atau memiliki banyak konduktor berbeban dapat memiliki kemampuan yang berbeda dari tabel sederhana.

Perhatikan karakteristik beban

Motor, pompa, kompresor, transformator, dan power supply tertentu dapat menimbulkan inrush current. MCB yang terlalu sensitif dapat nuisance trip, sedangkan MCB yang terlalu besar dapat mengurangi fungsi proteksi. Karena itu kurva trip dan data produsen perlu diperiksa untuk beban khusus.

Checklist sebelum final

Pastikan daya dan tegangan aktual benar, hitung arus operasi, cek kabel, cek arus start, cek rating breaking capacity, cek karakteristik MCB, serta sesuaikan dengan standar dan kondisi lapangan. Kalkulator berfungsi sebagai starting point agar perhitungan awal lebih cepat dan konsisten.

Catatan engineering: Artikel dan kalkulator di platform ini adalah alat bantu estimasi. Untuk pekerjaan instalasi, proteksi, HVAC, feeder, motor, atau sistem kritis, verifikasi terhadap data produsen, pengukuran lapangan, desain proyek, serta standar yang berlaku tetap diperlukan.

Hitung langsung dengan tool

Gunakan kalkulator terkait untuk mempercepat pengecekan angka, lalu dokumentasikan asumsi input yang digunakan agar hasil mudah diverifikasi.

Buka Kalkulator Rekomendasi MCB ↗